Parents Sharing Al-Qur’an: Membangun Sinergi Sekolah dan Keluarga dalam Menciptakan Bi’ah Qur’ani
Sidoarjo, Sabtu, 22 Agustus 2026 — Pendidikan Al-Qur’an tidak cukup hanya diajarkan di sekolah, tetapi harus dihidupkan di rumah melalui keteladanan, kehangatan, pembiasaan, dan lingkungan yang mendukung. Semangat inilah yang menjadi landasan kegiatan Parents Sharing Al-Qur’an yang diselenggarakan SD Islam Sari Bumi bersama wali santri kelas 1–5.
Kegiatan berlangsung di Mushalla Raya Lingkar Timur (Masjid LPI Sari Bumi) dan dilanjutkan di kelas masing-masing Halaqah Ummi. Kegiatan ini menjadi ruang silaturahmi, komunikasi, sekaligus sinergi antara sekolah dan orang tua dalam menyelaraskan pembelajaran Al-Qur’an yang diterima santri di sekolah dengan pembiasaan yang mereka jalani di rumah.
Dalam sambutannya, Kepala SD Islam Sari Bumi, Ustadz Fahad Ubay Rusdiawan, S.H.I., menegaskan pentingnya peran keluarga dalam memastikan nilai-nilai Al-Qur’an benar-benar menjadi karakter anak.
“Sehebat apa pun kurikulum Al-Qur'an di sekolah, value tersebut akan runtuh jika suasana keseharian keluarga justru kontradiktif dengan adab yang diajarkan. Di rumahlah teori agama diuji dan dihidupkan setiap hari; menjadikan keteladanan orang tua, kehangatan interaksi, serta pembiasaan ibadah sebagai jangkar yang memastikan akhlak Al-Qur'an benar-benar mendarah daging menjadi identitas sejati sang anak.”
Lebih lanjut, beliau mengajak seluruh orang tua untuk membangun milieu atau bi’ah Qur’ani di lingkungan keluarga. Menurutnya, rumah harus menjadi lingkungan pertama dan utama bagi tumbuhnya kecintaan anak terhadap Al-Qur’an.
Ada empat aspek milieu Qur’ani di rumah yang perlu dibangun bersama:
1. Spiritual — Orang Tua sebagai Teladan Utama
Anak belajar dari apa yang dilihat dan dilakukan orang tuanya, termasuk dalam ibadah, membaca Al-Qur’an, dan menjaga adab.
2. Psikologis — Kehangatan dan Validasi
Rumah perlu menjadi tempat yang aman bagi anak untuk bertumbuh, bertanya, belajar, melakukan kesalahan, dan mendapatkan dukungan emosional.
3. Fisik — Penataan Ruang yang Kondusif
Lingkungan fisik rumah perlu mendukung aktivitas belajar dan interaksi dengan Al-Qur’an, sehingga anak memiliki ruang dan suasana yang nyaman untuk belajar.
4. Sosial — Interaksi dan Adab
Nilai Al-Qur’an diwujudkan melalui cara berbicara, menghormati orang lain, membangun kebiasaan baik, dan menjaga adab dalam kehidupan sehari-hari.
Sementara itu, Koordinator Al-Qur’an SD Islam Sari Bumi, Ustadz Kusaeri, S.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya membangun komunikasi yang kuat antara sekolah dan keluarga.
“Kegiatan ini merupakan bentuk sinergi antara orang tua dan sekolah dalam menyelaraskan pendidikan Al-Qur'an di sekolah dan rumah dan sebagai bentuk komunikasi yang sangat interaktif antara pendidik dan orang tua/wali santri.”
Sinergi Sekolah dan Orang Tua
Rangkaian kegiatan Parents Sharing Al-Qur’an diawali dengan sosialisasi Wonosalam Boarding School (WBS) sebagai salah satu program sekolah yang disampaikan oleh Mudir WBS, Ustadz Syarif Hidayatullah, Lc.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sambutan Kepala Sekolah, pemaparan materi pendidikan Al-Qur’an oleh Koordinator Al-Qur’an, serta sesi sharing bersama orang tua.
Pada sesi berikutnya, para orang tua/wali santri menuju tempat masing-masing Halaqah Ummi. Di sana, mereka berdialog secara langsung bersama para Asaatidz Halaqah Ummi mengenai perkembangan pembelajaran Al-Qur’an santri, berbagai kendala yang dihadapi, serta solusi yang dapat diterapkan secara bersama-sama antara sekolah dan keluarga.
Sesi ini menjadi salah satu bagian penting karena orang tua tidak hanya menerima informasi, tetapi juga mendapatkan kesempatan untuk menyampaikan pengalaman, bertanya, berdiskusi, dan memahami strategi pendampingan pembelajaran Al-Qur’an di rumah.
Melalui Parents Sharing Al-Qur’an, SD Islam Sari Bumi berharap terbangun kesamaan visi antara sekolah dan keluarga bahwa pendidikan Al-Qur’an bukan sekadar target hafalan atau kemampuan membaca, tetapi proses panjang untuk membentuk adab, akhlak, kebiasaan, dan karakter Qur’ani dalam kehidupan santri.
Sebab, sekolah dapat mengajarkan nilai-nilai Al-Qur’an, tetapi rumah adalah tempat nilai tersebut dibuktikan, dibiasakan, dan akhirnya menjadi karakter.
SD Islam Sari Bumi — Islami, Mandiri, Berprestasi.